www.asalmlaku.blogspot.com INFO TERBARU
Lazada Indonesia

Tuesday, October 9, 2012

Anugrah KR Award 2012

 
Penerima penghargaan Anugrah KR Award 2012 bergambar bersama Sri Sultan HB X dan Direktur Utama KR dr Gun Nugroho Samawi. (Foto : Surya Adi Lesmana)

Tiga tokoh dan tiga lembaga mendapatkan anugerah 'KR Award 2012' yang diterimakan oleh Sri Sultan HB X di Royal Ambarrukmo Hotel, Selasa (9/10). Tiga tokoh tersebut adalah Ny Corijati Moedijono (Bidang Pendidikan), Saptuari Sugiharto (Entrepreneur), Rahmat Sulistyawan (Bidang Olahraga).

Sedang tiga lembaga adalah Dagadu Djokdja (Bidang Pariwisata), A Takrib (Korporat), dan Ramayana Ballet Purawisata (Seni Budaya). Penghargaan tersebut merupakan apresiasi KR terhadap peran individu maupun institusi bagi kemajuan Yogyakarta. Penghargaan tersebut diserahkan bebarengan dengan acara Resepsi HUT ke-67 KR.

Hadir dalam acara tersebut antaralain Ketua Serikat Perusahaan Pers Pusat (SPS) yang juga Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Imam Priyono, Bupati dan Wakil Bupati Bantul Sri Suryawidati dan Sumarno PRS, Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo dan Sutedjo, Bupati dan wakil Bupati Sleman Sri Purnomo dan Yuni Satya Rahayu, Bupati Gunungkidul Hj Badingah.

Tampil menghibur tamu undangan, budayawan Butet Kartaredjasa Noe Letto, Jogja Hiphop Foundation, Gamelan Bocah SMPN 1 BantulYogyakarta, serta Java Ensemble & Orchestra. Acara dipandu MC Nonot Sebastio dan Martha Sasongko.

BURSA KERJA GRATIS


Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY kembali menggelar bursa kerja  gratis untuk umum di Gedung Wanitatama Yogyakarta pada 9 hingga 14 Oktober 2012. Job fair kedua yang digelar pihak Dinakertrans merupakan upaya menjembatani angkatan kerja dengan dunia kerja.

Kepala Disnakertrans DIY, Ir Budi Antono mengatakan bursa kerja ini juga untuk mengurangi jumlah pengangguran, baik pengangguran terbuka ataupun setengah pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka di DIY turun dalam kurun waktu 2 tahun terakhir dan relatif lebih rendah dibanding angka nasional.

"Saat ini tingkat pengangguran terbuka di DIY hanya 3,97 persen lebih kecil dibanding angka nasional yang mencapai 6,56 persen. Namun demikian, permasalahan pengangguran di DIY bukan hanya pengangguran terbuka tetapi juga setengah penganggur. Jumlah setengah penganggur saat ini cukup besar, mencapai angka 127.732 orang dan penduduk bekerja di sektor informal
sekitar 55,62 persen, umumnya bekerja dengan produktivitas yang rendah," paparnya di sela-sela pembukaan Job Fair Disnakertrans di Gedung Wanitatama, Selasa (9/10).

Budi mengungkapkan tingginya tingkat setengah penganggur yang berpendidikan tinggi di DIY karena kesempatan kerja yang terbatas pada sektor-sektor formal, belum link and match antara pendidikan dengan pasar kerja serta minimnya pendidikan berwirausaha (enterprenuership) bagi angkatan kerja.

"Minimnya lapangan kerja menyebabkan pekerja di sektor informal lebih besar mencapai 55,61 persen atau sekitar 1.000.283 orang sementara sisanya di sektor informal sekitar 798.312 atau 44,39 persen," tambahnya.

Kepala Bidang Bina Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans DIY, Basuki Murdowo mengatakan, Jumlah pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 3,97 persen dari jumlah penduduk 3.457.491. Pengangguran terbuka justru didominasi oleh oleh usia muda yang produktif.

Basuki menjelaskan jumlah sarjana yang menganngur mencapai  11.338 orang. Sedangkan pengangguran tertinggi adalah lulusan sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 22.547 orang. Sedangkan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menganggur mencapai  19.491 orang. Total pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 127 ribu orang.

"Pengangguran didominasi oleh kelompok umur di bawah 29 tahun, yaitu mencapai 70 persen. Kelompok ini merupakan pengangguran terbuka yang produktif," katanya

Pihaknya dengan anggaran dari APBD dan APBN terus berupaya menekan angka pengangguran antara lain pemberian pelatihan kewirausahaan hingga penyelenggaraan Job Fair secara gratis 2 kali dalam setahun. Tujuannya untuk mengurangi jumlah penggangguran di DIY.


Sunday, October 7, 2012

Dekan Baru UGM periode 2012-2016 resmi dilantik

Dekan Baru UGM Dilantik
Sebanyak 18 dekan baru dan 1 Direktur Sekolah Vokasi UGM periode 2012-2016 resmi dilantik, Senin (8/10). Pelantikan dilakukan oleh Rektor UGM, Prof. Dr. Ir. Pratikno, M.Soc.Sc., di Balai Senat UGM. Rektor dalam pidato sambutannya mengatakan UGM memiliki tanggung jawab yang sangat besar tidak hanya dalam menjaga reputasi akademik.

Lebih dari itu, UGM juga diharapkan dapat memberikan dukungan yang besar agar kiprah yang dilakukan mempunyai relevansi yang tinggi bagi masyarakat, bangsa, dan negara serta terlibat dalam mengurai permasalahan bangsa. “Pagi tadi UGM memberikan pernyataan sikap terkait upaya pelemahan KPK. Itu merupakan salah satu bentuk kepedulian UGM terhadap persoalan bangsa,” katanya.

Untuk itu, Pratikno mengharapkan dukungan dan kerja sama para dekan baru dalam membawa UGM yang lebih baik ke depan serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Meskipun memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi wajib bersinergi dan bekerja sama. Mohon dukungan semua pihak agar UGM di masa datang mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi bangsa dan negara,” tuturnya. Dalam kesempatan itu, Rektor tak lupa mengucapkan terima kasih kepada dekan lama atas pengabdian dan kerja keras yang dilakukan untuk kemajuan UGM.


Kedelapan belas dekan yang dilantik adalah Dr. Suwarno Hadisusanto , S.U. (Fakultas Biologi), Prof. Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc. (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Prof. Dr. Subagus Wahyuono, Apt. (Fakultas Farmasi), Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin (Fakultas Filsafat), Prof. Dr. R Riyanto, M.Sc. (Fakultas Geografi), dan Dr. Drs. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M. (Fakultas Hukum). Berikutnya, Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya), Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Fakultas Isipol), drg. Erwan Sugianto, M.S., Sp.Pros(K), Ph.D. (Fakultas Kedokteran Gigi), Dr. drh. Joko Prastowo, M.Si. (Fakultas Kedokteran Hewan), Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk. (Fakultas Kedokteran), dan Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc., (Fakultas Kehutanan).


Selanjutnya, Drs. Pekik Nurwantoro, M.S., Ph.D. (Fakultas MIPA), Dr. Jamhari, S.P., M.P. (Fakultas Pertnainan), Prof. Dr. Ir. Ali Agus, D.A.A., D.E.A. (Fakultas Peternakan), Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D. (Fakultas Psikologi), Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. (Fakultas Teknik), dan Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng. (Fakultas Teknologi Pertanian). Selain itu, Ir. Hotma Prawoto Sulistiyadi, M.T. dilantik sebagai Direktur Sekolah Vokasi