Monday, October 15, 2012
Tuesday, October 9, 2012
UGM Jadi Pusat Study ASEAN
Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Direktorat Jendral Kerjasama ASEAN
menunjuk UGM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki
ASEAN Studi Center (ASC) atau pusat studi ASEAN.
ASC
merupakan wadah bagi akademisi maupun masyarakat luas, untuk bertukar
ilmu dan pengalaman lain terkait dengan isu krusial di ASEAN maupun
studi mengenai negara-negara Asia Tenggara.
Direktur Jendral
Kerjasama ASEAN Kementrian Luar Negri, I Gusti Agung Wesaka Puja, MA,
mengungkapkan, pusat studi ASEAN dianggap penting dibentuk mengingat
selama ini belum ada satupun pusat studi di Indonesia yang fokus pada
ASEAN. Sementara, terdapat tantangan kedepan sesuai dengan mandat piagam
ASEAN untuk membentuk One Single Community ASEAN di tahun 2015
mendatang.
"Penting bagi kita untuk memahami betul ASEAN itu
apa dan kedepan bagaimana. Selama ini banyak pusat studi seperti Jepang,
Cina dan lainnya tetapi pusat studi ASEAN belum ada. Padahal ASEAN
adalah soko guru dari negara-negara Asia lain," ujarnya usai
penandatanganan nota kesepahaman UGM-ASEAN di ruang seminar Fisipol UGM,
Kamis (4/10).
Menurutnya, ASEAN kini telah dilirik oleh
negara-negara Eropa dan Amerika yang mulai menyadari bahwa negara-negara
ASEAN merupakan kekuatan baru perekonomian dunia. Sehingga, adalah
tidak tepat jika Indonesia sebagai bagian dari ASEAN malah tidak fokus
pada ASEAN dan tidak memiliki pusat studinya.
"Di pusat studi
ASEAN, kita tidak hanya fokus mempelajari politik keamanan dan sosial
budaya, tetapi bagaimana mengembangkan perekonomian yang kuat. UGM
dipilih sebagai pusat studi pertama mengingat disini memiliki SDM yang
lengkap sekaligus keberadaannya di Yogyakarta yang merupakan
representasi budaya Indonesia," tuturnya.
Dengan adanya pusat
studi ASEAN tersebut, diharapkan output ASEAN people oriented akan
menjangkau semua elemen masyarakat dan Indonesia siap menghadapi
persaingan regional. "Jangan sampai Indonesia hanya sebagai pasar produk
saja tetapi juga bisa menjadi pasar tenaga ahli di berbagai bidang,"
ungkapnya.
Rektor UGM Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc
menambahkan, pusat studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia
selama ini hanya fokus pada studi sosial diantara negara Asia Tenggara.
Namun belum satupun institusi yang fokus pada ASEAN itu sendiri
Anugrah KR Award 2012
Penerima penghargaan Anugrah KR Award 2012
bergambar bersama Sri Sultan HB X dan Direktur Utama KR dr Gun Nugroho
Samawi. (Foto : Surya Adi Lesmana)
Tiga tokoh dan tiga lembaga mendapatkan anugerah 'KR Award 2012' yang diterimakan oleh Sri Sultan HB X di Royal Ambarrukmo Hotel, Selasa (9/10). Tiga tokoh tersebut adalah Ny Corijati Moedijono (Bidang Pendidikan), Saptuari Sugiharto (Entrepreneur), Rahmat Sulistyawan (Bidang Olahraga).
Sedang tiga lembaga adalah Dagadu Djokdja (Bidang Pariwisata), A Takrib (Korporat), dan Ramayana Ballet Purawisata (Seni Budaya). Penghargaan tersebut merupakan apresiasi KR terhadap peran individu maupun institusi bagi kemajuan Yogyakarta. Penghargaan tersebut diserahkan bebarengan dengan acara Resepsi HUT ke-67 KR.
Hadir dalam acara tersebut antaralain Ketua Serikat Perusahaan Pers Pusat (SPS) yang juga Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Imam Priyono, Bupati dan Wakil Bupati Bantul Sri Suryawidati dan Sumarno PRS, Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo dan Sutedjo, Bupati dan wakil Bupati Sleman Sri Purnomo dan Yuni Satya Rahayu, Bupati Gunungkidul Hj Badingah.
Tampil menghibur tamu undangan, budayawan Butet Kartaredjasa Noe Letto, Jogja Hiphop Foundation, Gamelan Bocah SMPN 1 BantulYogyakarta, serta Java Ensemble & Orchestra. Acara dipandu MC Nonot Sebastio dan Martha Sasongko.
Subscribe to:
Posts (Atom)

